headline
pemerintahan
serang
0
PERKUAT TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS, MANAJEMEN PAPARKAN KINERJA BISNIS 2025
Serang, Kalimati. Id– pendopo Gubernur Banten, Jalan Syech Nawawi al-Bantani, digelar nya acara Pembukaan Rapat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) .PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Bank Banten, Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja, manajemen menggelar kegiatan pemaparan kinerja dan pencapaian bisnis tahun 2025 yang dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Muhammad Busthami selaku Direktur Utama. Eko Virgianto, selaku Direktur Kepatuhan. Direktur Bisnis, Slamet Riyadi. sebagai Direktur Pembangunan, Purbaji Basuki
Dalam pemaparannya, Dirut manajemen menyampaikan berbagai aspek strategis, meliputi perkembangan regulasi, transformasi bisnis, distribusi layanan, hingga pengembangan produk.
Selain itu, disampaikan pula capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 serta arah strategi bisnis ke depan.
Salah satu poin penting yang disoroti adalah keterlibatan Bank Jatim sebagai pemegang saham, yang merupakan implementasi dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Kelompok Usaha Bank (KUB).
Dalam skema tersebut, Bank Jatim berperan sebagai bank induk yang memiliki kewajiban penyertaan modal kepada bank daerah.
Manajemen menjelaskan bahwa proses kepemilikan saham dilakukan melalui mekanisme pasar sekunder.
Hingga akhir Desember 2025, komposisi kepemilikan saham masih didominasi oleh Pemerintah Provinsi dengan porsi sebesar 66,11 persen.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026, terdapat perubahan dalam susunan komisaris dan direksi.
Penambahan terjadi pada jajaran komisaris perwakilan dengan masuknya Dede Nafrihan Nisek. Sementara itu, posisi Direktur Bisnis kini dijabat oleh Salmi Kiadi, dan Direktur Operasional oleh Purbaji basuki.
Adapun posisi komisaris independen masih dalam proses pengisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, turut disampaikan gambaran kondisi ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 tercatat sebesar 5,19 persen, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,37 persen.
Capaian ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta pertumbuhan investasi.
Daerah dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat, mencakup sektor industri, perdagangan, keuangan syariah, pariwisata, serta aktivitas ekonomi lokal lainnya.
Peran ASN, pelaku UMKM, proyek APBD, BPR, dan koperasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kinerja dan strategi bisnis yang adaptif, institusi diharapkan terus berkontribusi sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
putera yudha
headline