headline
kegiatan
serang
0
Mubes VI dan Muswil III KESTI TTKKDH Banten Tegaskan Dukungan Program Pemerintah dan Komitmen Lestarikan Budaya
Kota Serang, Kalimati.id– Musyawarah Besar (Mubes) VI dan Musyawarah Wilayah (Muswil) III KESTI TTKKDH Provinsi Banten periode 2026–2031 berlangsung lancar dan tertib di Horison TC-UPI Kota Serang, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi, pemilihan kepengurusan, serta penegasan komitmen pelestarian budaya pencak silat tradisional.
Mengusung tema “Budaya Bersinergi – Memperkuat Silaturahmi, Mengukir Prestasi Demi Kemajuan NKRI”, kegiatan dihadiri jajaran pengurus pusat, pembina, Ketua DPW dari berbagai provinsi seperti Banten, DKI Jakarta, dan Lampung, Ketua DPD kabupaten/kota se-Provinsi Banten, perwakilan Dispora Provinsi Banten, tokoh persilatan, serta para undangan lainnya.
Rangkaian acara juga diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Ketua Panitia Mubes dan Muswil, Haji maman Sulaiman, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes ke-6 telah menyelesaikan sesi pertama dengan lancar dan akan dilanjutkan dengan Muswil ke-III
“Alhamdulillah, sesi pertama Mubes ke-6 telah dilaksanakan dengan lancar. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan Muswil ke-III, yang pesertanya berasal dari DPD kabupaten dan kota, di mana setiap DPD memiliki satu hak suara yang diwakili langsung oleh Ketua DPD masing-masing,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran organisasi, mulai dari tingkat ranting hingga Dewan Pimpinan Pusat, serta insan media yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, KESTI TTKKDH bukan sekadar organisasi, melainkan representasi budaya dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama.
“KESTI TTKKDH adalah budaya, warisan para leluhur, para kolot, dan orang tua kita. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan membesarkan marwah organisasi ini, khususnya di Provinsi Banten dan Nusantara,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPW Provinsi Banten, Haji Maman Sulaiman, menyatakan bahwa Mubes dan Muswil merupakan momentum penting untuk memperkuat soliditas serta melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi agar semakin maju dan melahirkan generasi penerus yang berkualitas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum, H. Wahyu Nurjamil, menegaskan komitmen organisasi, yang juga dikenal sebagai Kesatuan Silat Tradisional Keraton–Kasepuhan dan Kadipaten (Kesitra KKDH), untuk mendukung seluruh program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan nasional dan pelestarian budaya.
Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas dan melestarikan seni budaya sebagai warisan bangsa.
Sebagai langkah strategis, pihaknya akan melakukan rotasi dan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepengurusan guna memastikan organisasi berjalan lebih efektif, adaptif, dan selaras dengan arah kebijakan pemerintah serta kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, organisasi tidak hanya berkomitmen menjaga adab dan kesantunan sebagai nilai dasar, tetapi juga harus berada di garis terdepan dalam mendukung program pelestarian budaya bangsa.
“Selama lima tahun terakhir, kami konsisten melakukan pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari tingkat cabang, DPD, provinsi, hingga nasional. Alhamdulillah, atlet-atlet silat tradisional binaan kami telah meraih prestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi dan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan seni budaya tradisional.
Dalam forum tersebut juga diperkenalkan kandidat calon Ketua DPW Provinsi Banten periode 2026–2031, yakni H. Rizky Suhendra, SE, H. Maman Sulaiman, Alek Jamadi, dan H. Samsul Makruf, SE.
Melalui Mubes VI dan Muswil III ini, KESTI TTKKDH diharapkan semakin solid, progresif, dan berintegritas, serta mampu memperkuat posisinya sebagai organisasi pelestari budaya pencak silat tradisional dan mitra strategis pemerintah dalam menjaga warisan budaya bangsa.Eka/ari
putera yudha
headline