kegiatan. headline. serang
0
Antusias Hadiri Musrenbang, Dewan rahmat Anggota DPRD Soroti Keterbatasan Anggaran, Sampah, dan RTLH di Kasemen
Serang.kalimati.id— Dewan rahmat anggota DPRD Kota Serang menegaskan menyampaikan rasa senang, bangga, dan antusiasme dalam menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar hari ini. Ia mengapresiasi panitia penyelenggara atas undangan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk mengikuti kegiatan hingga selesai sebagai bentuk keseriusan dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait peran dan kewenangan anggota DPRD, khususnya mengenai dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir). Menurutnya, dana tersebut bukanlah anggaran yang dikelola langsung oleh anggota dewan, melainkan dialokasikan dan disimpan di dinas-dinas terkait sesuai penunjukan.
“Di beberapa daerah, seperti kabupaten atau kota lain, satu anggota DPRD bisa memiliki alokasi pokir hingga 5 miliar rupiah. Namun kondisi tersebut berbeda dengan Kota Serang yang masih memiliki keterbatasan anggaran daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak berarti DPRD tidak menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat. Namun, realitas fiskal daerah membuat tidak semua aspirasi hasil reses dapat direalisasikan.
“Ini bukan soal mengecewakan masyarakat, tetapi ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Pemerintah daerah pun terus berupaya menutup kekurangan tersebut,” jelasnya.
Beberapa upaya yang diapresiasi antara lain penciptaan ikon-ikon Kota Serang untuk menarik wisatawan serta pemanfaatan skema Corporate Social Responsibility (CSR). Ia mencontohkan pembangunan yang telah dilakukan melalui CSR di wilayah Bendung, Kecamatan Kasemen, serta rencana pembangunan di wilayah Kenari oleh PT Saul Bahtera
Selain itu, ia memberikan masukan kepada pihak kecamatan agar menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam agenda Musrenbang maupun reses. Hal ini menyusul banyaknya aspirasi masyarakat terkait persoalan persampahan.
“Tidak adil jika masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, sementara fasilitas tempat sampah tidak disediakan. Ini perlu kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung persoalan di lingkungan tempat tinggalnya, di Kampung Asoka, terkait lahan yang disediakan warga untuk tempat pembuangan sampah namun menimbulkan polemik hingga viral di media sosial.
Menurutnya, DLH memiliki peran penting dalam edukasi dan penanganan teknis agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Isu lain yang menjadi sorotan adalah terjadinya musibah rumah roboh pada tahun 2025 hingga awal 2026. Ia meminta penjelasan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terkait prioritas penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), khususnya di Kecamatan Kasemen.
Berdasarkan data yang ia baca, terdapat lebih dari 6.000 unit rumah tidak layak huni di Kecamatan Kasemen. Ia juga menyoroti adanya pengajuan bantuan RTLH yang telah bertahun-tahun belum terealisasi.
“Saya pernah mendampingi warga yang sudah mengajukan bantuan selama tiga tahun namun belum terealisasi. Ketika saya ajukan, dalam satu bulan bisa turun. Jangan sampai ada kesan bantuan hanya untuk yang punya kenalan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh pihak dapat terus berkolaborasi secara transparan dan adil dalam membangun Kota Serang, sesuai dengan semangat kebersamaan yang selalu disampaikan oleh Wali Kota Serang.
putera yudha
kegiatan. headline. serang