banten
headline
pemerintahan
0
Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Banten, Sensus Jadi Kunci Arah Kebijakan
Banten, Kalimati. Id– Pendopo Gubernur , jalan Syech Nawawi al-Bantani, serang Banten, diselenggarakannya kegiatan Sensus Ekonomi 2026, yang dihadiri Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Ahmad Dimyati Natakusumah, S.H., M.H., MSi., Wakil Kepala Badan Statistik RI, Dr. Sony Harry B. Harmadi. SE.ME., Anggota DPR-RI, Dr. Habib Ali Alwi, M.Si., Forkopimda Provinsi Banten. Sekertaris Utama BPS RI, Dr. Ir. Zulkipli, M.Si., beserta jajarannya. Kepala kanwil BPS provinsi Banten, Yusniar Juliana, SST, MIDEC. Para Stap ahli gubernur, para Asda Setda Provinsi Banten. Kepala OPD Banten. Kepala Instansi Vertikal. Kepala BPS Kabupaten/ kota Provinsi Banten. Para pemimpin Perusahaan.
Sektor industri pengolahan terus menjadi tulang punggung perekonomian Banten dengan kontribusi yang telah melampaui 50 persen sejak dua dekade terakhir.
Kondisi ini menegaskan posisi Banten sebagai salah satu wilayah dengan karakter ekonomi industri yang kuat di Indonesia.
Pemerintah menilai, tren peningkatan kontribusi industri pengolahan tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang masif serta tumbuhnya kawasan industri di berbagai wilayah, khususnya Tangerang Raya yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Namun demikian, ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan. Sejumlah daerah dinilai belum optimal dalam memanfaatkan potensi industri, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih relatif rendah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar pertumbuhan industri tidak hanya terpusat, tetapi juga merata dan inklusif,” ujar perwakilan pemerintah dalam forum tersebut.
Di sisi lain, efek rambatan ekonomi dari kawasan industri mulai terlihat, terutama dalam mendorong konsumsi dan aktivitas ekonomi di wilayah penyangga.
Untuk memperkuat arah kebijakan berbasis data, pemerintah menegaskan pentingnya pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun.
Sensus ini dinilai krusial dalam membaca perubahan struktur ekonomi, perkembangan usaha, hingga dampak transformasi teknologi.
Pelaksanaan sensus sosial ekonomi yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Tanpa data yang akurat, kebijakan tidak akan tepat sasaran.
Sensus ini menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Banten optimistis mampu memperkuat daya saing ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
putera yudha
banten