Headline.Serang
Pemerintahan
0
Rakernas Apdesi Merah Putih Dorong Desa : Jadi Subjek Pembangunan Nasional
SERANG, Kalimati.id — Ribuan kepala desa dan perangkat desa dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih yang digelar di Aston Serang, Banten, Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Menguatkan Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional”, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 38 provinsi dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 kepala desa.
Ketua DPP Apdesi Merah Putih, A. Anwar Sadat, mengatakan Rakernas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kepala desa sekaligus mempertegas posisi desa sebagai pelaku utama pembangunan nasional.
“Apdesi Merah Putih wajib meningkatkan kapasitas kepala desa. Kepala desa harus aktif, memiliki kompetensi dan relevansi agar mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Menurutnya, Apdesi Merah Putih juga tengah menyiapkan sejumlah program strategis melalui kolaborasi dengan JAM Center guna memperkuat ekonomi desa dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, program tersebut antara lain bantuan pengembangan peternakan ayam di desa-desa, dukungan permodalan bagi petani, hingga penyediaan sarana transportasi melalui program JAM Street.
“Kami menargetkan setiap desa mendapatkan dukungan program yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Kepala desa harus menyiapkan instrumen agar target-target pembangunan desa pada 2026 dapat tercapai,” ujarnya.
Dalam Rakernas tersebut, Apdesi Merah Putih juga menyusun sejumlah rekomendasi kepada pemerintah pusat. Salah satunya terkait usulan pemberian hak pengelolaan sebagian kawasan hutan kepada desa.
Menurut Anwar, desa perlu diberikan ruang yang lebih besar untuk mengelola potensi sumber daya alam secara produktif dan berkelanjutan.
Selain itu, Apdesi Merah Putih meminta agar kepala desa dilibatkan secara aktif dalam berbagai Program Strategis Nasional (PSN), termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Kami ingin desa menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Kepala desa harus dilibatkan dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program strategis nasional,” katanya.
Anwar menegaskan keberhasilan pembangunan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa. Sebab, lebih dari 75 ribu desa menjadi fondasi utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Ketika berbicara Indonesia, maka kita berbicara desa. Desa tidak boleh kehilangan kedaulatan dan perannya. Desa adalah representasi nyata bangsa ini,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan yang menjadi semangat gerakan pembangunan desa. “Indonesia tidak akan bersinar dari obor-obor besar di kota, tetapi dari lilin-lilin kecil yang menyala di desa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Rakernas Apdesi Merah Putih turut mengukuhkan Dewan Pakar organisasi tersebut.
Johan Arifin Muba dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar dengan Wahyudin Djahidi sebagai Sekretaris Jenderal.
Ia mengatakan Rakernas tahun ini dirangkaikan dengan peluncuran JAM Coin yang ditujukan untuk mendukung penguatan ekosistem ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, Rakernas menjadi forum penyatuan visi dan misi desa-desa di seluruh Indonesia dalam mendukung program pembangunan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
“Kami berasal dari kalangan swasta dan menggunakan sumber daya yang kami miliki untuk membantu para petani di desa. Tujuannya adalah menciptakan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menyebut program penguatan ekonomi desa saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah Pulau Jawa serta beberapa provinsi di luar Jawa, seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan Jambi.
Menurut Johan, hingga akhir 2026 pihaknya menargetkan program tersebut dapat menjangkau sedikitnya 10 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengapresiasi pelaksanaan Rakernas Apdesi Merah Putih di Provinsi Banten.
Menurutnya, berbagai program pemerintah pusat yang berfokus pada pembangunan desa mulai menunjukkan hasil positif, terutama pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Ia mencontohkan perbaikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah kini mulai memberikan dampak terhadap produktivitas pertanian serta kelancaran distribusi pupuk.
“Alhamdulillah nilai tukar petani di Provinsi Banten tumbuh sekitar 17 persen. Ini merupakan dampak langsung dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada desa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengapresiasi Apdesi Merah Putih yang melaksanakan Rakernas di Banten. Semoga menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah dan bermanfaat bagi perkembangan desa di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Andra menegaskan desa merupakan titik awal pembangunan bangsa. Karena itu, pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa.
“Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan cahaya dari kota-kota besar. Kemajuan bangsa akan lahir dari desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
putera yudha
Headline.Serang