Headline
Hukum
Serang
0
Tak Ada Tindak Lanjut, Aliansi Gelar Teatrikal Tabur Bunga Dan Siap Lanjutkan Aksi Ke OPD Kabupaten Serang
SERANG,Kalimati.id — Aliansi Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten menegaskan akan terus melanjutkan aksi unjuk rasa secara bertahap ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Serang. Langkah ini merupakan respons atas belum adanya jawaban dan tindak lanjut yang jelas terhadap berkas serta data hasil kajian yang telah diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Serang.
Dalam aksi tersebut, aliansi menghadirkan teatrikal tabur bunga di depan nisan simbolis bertuliskan Sekda dan sejumlah OPD Kabupaten Serang. Aksi ini menjadi bentuk sindiran dan kritik sosial terhadap lambannya respons atas persoalan transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Tabur bunga tersebut bukan ditujukan kepada individu, melainkan sebagai simbol matinya responsivitas dan kepedulian terhadap tuntutan keterbukaan yang disuarakan masyarakat.
Aliansi menyoroti data pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2025, termasuk paket berstatus Payment Outside System yang dinilai memerlukan klarifikasi, verifikasi dokumen, serta pemeriksaan administratif oleh pihak berwenang.
“Kami sudah menyerahkan berkas dan data sejumlah OPD melalui Kaban Kesbangpol kepada Sekda Kabupaten Serang. Namun, belum ada jawaban dan tindak lanjut yang jelas. Teatrikal tabur bunga ini merupakan pesan bahwa jangan sampai respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat seolah-olah telah mati,” tegas perwakilan aliansi.
Aliansi mendesak Sekda Kabupaten Serang mengoordinasikan tindak lanjut atas dokumen yang telah disampaikan serta meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap data yang memerlukan klarifikasi.
Aksi Tidak Berhenti pada Satu Titik
Aliansi menegaskan bahwa aksi akan terus berlanjut secara bertahap dengan menyasar OPD terkait berdasarkan data dan persoalan yang menjadi perhatian.
“Jangan biarkan berkas masyarakat hanya menjadi tumpukan dokumen tanpa kepastian. Kami menuntut jawaban resmi, keterbukaan informasi, dan tindakan nyata. Jika belum ada respons yang jelas, kami akan terus melakukan aksi secara bertahap,” tegasnya.
Aliansi menyatakan seluruh aksi merupakan bentuk kontrol sosial yang akan dilaksanakan secara damai dan sesuai ketentuan hukum. Setiap dugaan penyimpangan harus dibuktikan melalui pemeriksaan objektif dan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.
Bagi aliansi, tabur bunga bukan akhir perjuangan, melainkan simbol peringatan bahwa tuntutan masyarakat tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Pengawasan akan terus berlanjut sampai pemerintah daerah memberikan respons dan tindak lanjut yang dapat dipertanggungjawabkan.
putera yudha
Headline