headline
olahraga
serang
0
Rakerprov koni provinsi tahun 2026
Banten,Kalimati.id— Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten, (Purn) Agus Rasyid, SH., MH, menyampaikan sejumlah agenda penting terkait pembinaan olahraga daerah dalam pertemuan bersama para pengurus cabang olahraga (Pengprov) se-Provinsi Banten yang berlangsung pada bulan suci Ramadan.
Dalam pertemuan tersebut, Agus Rasyid menilai kegiatan yang digelar pada bulan Ramadan justru berjalan lebih efektif dan efisien. Meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa, semangat untuk membangun dan meningkatkan prestasi olahraga di Banten tetap tinggi.
Sebelumnya, KONI Banten bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten juga telah menggelar acara penyerahan penghargaan kepada atlet-atlet berprestasi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Banten di berbagai ajang olahraga.
“Acara penghargaan kepada atlet berprestasi sebenarnya direncanakan dihadiri langsung oleh Ketua. Namun karena beliau memiliki agenda di Jakarta, kegiatan tetap dilaksanakan dengan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.
Persiapan Porprov VI Tangerang Selatan
Salah satu agenda utama KONI Banten saat ini adalah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten yang rencananya akan digelar di Kota Tangerang Selatan.
Porprov dinilai sebagai ajang strategis untuk menjaring atlet-atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Melalui ajang tersebut diharapkan lahir atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
“Kita harus meramaikan Porprov ini. Dari sinilah kita mencari atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan untuk event yang lebih besar,” kata Agus.
Target PON: Banten Masuk Satu Digit
Selain fokus pada Porprov, KONI Banten juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Agus, penetapan target prestasi harus dilakukan secara rasional karena olahraga memiliki indikator pencapaian yang jelas.
Ia menjelaskan, sepanjang sejarah keikutsertaan Banten di PON, posisi provinsi ini umumnya berada di peringkat dua digit. Namun dalam beberapa edisi terakhir terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
“Target kita sekarang adalah bagaimana dari dua digit bisa menjadi satu digit. Tidak perlu terlalu tinggi, masuk 9 atau 10 besar sudah merupakan pencapaian penting,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak bisa diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang melalui pembinaan yang konsisten serta kerja sama seluruh pengurus cabang olahraga.
Banten Didorong Jadi Tuan Rumah PON 2032
Dalam kesempatan tersebut, Agus Rasyid juga menyampaikan gagasan agar Provinsi Banten dapat menjadi tuan rumah PON tahun 2032.
Menurutnya, Banten memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi tuan rumah event olahraga nasional tersebut, salah satunya akses transportasi yang sangat mendukung.
Keberadaan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di wilayah Banten dinilai menjadi pintu gerbang utama bagi atlet dan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, fasilitas olahraga di Banten juga dinilai semakin memadai, termasuk adanya kawasan olahraga yang berstandar internasional yang mampu mendukung penyelenggaraan pertandingan dalam skala besar.
“Kita ingin Banten bukan hanya menjadi peserta, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah. Dengan infrastruktur yang ada, Banten sudah sangat layak,” katanya.
Jaga Kekompakan Majukan Olahraga Banten
Menutup pertemuan tersebut, Agus Rasyid mengajak seluruh pengurus cabang olahraga di daerah untuk terus menjaga kekompakan, solidaritas, serta kerja sama dalam membangun prestasi olahraga Banten.
Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memaksimalkan potensi atlet yang ada agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Mari kita jaga kebersamaan dan terus memajukan olahraga Banten agar semakin berprestasi di masa depan,” pungkasnya
putera yudha
headline