Banten
Headline
Hukum
0
Hari Ketiga Aksi, Tenda Masih Berdiri — LSM Dan MEDIA Akan Bertahan Hingga Puncak Aksi Besok
BANTEN,Kalimati.id, 13 AGUSTUS 2026 — Memasuki hari ketiga aksi, tenda perjuangan yang didirikan oleh sejumlah LSM dan elemen media di depan Sekretariat DPRD Provinsi Banten masih tetap berdiri.
Massa aksi menyatakan akan terus bertahan hingga tuntutan terkait keterbukaan dan transparansi data pengadaan serta pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Banten mendapatkan kejelasan.
Aksi yang telah berlangsung selama tiga hari ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat secara terbuka dan damai. Namun, hingga hari ketiga, massa menilai belum mendapatkan respons yang memadai terhadap sejumlah hal yang dipertanyakan, khususnya mengenai data pengadaan, spesifikasi barang, realisasi pekerjaan, serta transparansi penggunaan anggaran.
“Kami sudah bertahan tiga hari. Tenda masih berdiri dan kami tidak datang untuk mencari keributan. Kami datang untuk mempertanyakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Kalau pengelola anggaran merasa semua sudah sesuai aturan, buka datanya dan berikan penjelasan secara terbuka,” tegas massa aksi.
Menurut peserta aksi, semakin lama tidak adanya penjelasan yang dianggap memadai justru menimbulkan kekecewaan. Karena itu, aksi akan memasuki puncaknya pada Jumat, 14 Agustus 2026, sehari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada aksi hari terakhir tersebut, massa menyatakan akan mengerahkan jumlah peserta yang lebih banyak sebagai bentuk penyampaian kekecewaan terhadap sikap pengelola anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Banten.
“Besok adalah hari terakhir kami bertahan. Kami akan datang dengan massa yang lebih banyak. Ini bukan bentuk ancaman, tetapi bentuk kekecewaan dan penegasan bahwa masyarakat berhak mengetahui bagaimana uang rakyat dikelola,” ujar perwakilan massa.
Massa juga menegaskan bahwa peningkatan jumlah peserta aksi tetap akan dilakukan dengan mengedepankan ketertiban dan penyampaian aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.
PUNCAK AKSI: 14 AGUSTUS 2026
Besok, Jumat (14/8/2026), massa berencana menjadikan aksi sebagai momentum untuk kembali mendesak Sekretariat DPRD Provinsi Banten agar memberikan penjelasan dan membuka informasi yang dipertanyakan.
Adapun tuntutan utama massa antara lain:
1. Membuka data pengadaan secara transparan kepada publik.
2. Memberikan spesifikasi barang dan dokumen pendukung pengadaan yang dipersoalkan.
3. Menjelaskan kesesuaian antara anggaran, volume, spesifikasi, dan realisasi pengadaan.
4. Memberikan klarifikasi terhadap dugaan ketidakwajaran harga apabila ditemukan perbedaan dengan harga pasar.
5. Membuka informasi mengenai pelaksanaan dan realisasi pekerjaan/pengadaan yang menggunakan APBD.
6. Meminta pimpinan Sekretariat DPRD Provinsi Banten bertanggung jawab memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Massa menegaskan, tujuan aksi bukan untuk menghakimi pihak tertentu. Namun, apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, maka masyarakat memiliki hak untuk meminta klarifikasi dan mendorong agar persoalan tersebut diperiksa oleh pihak yang berwenang.
“Kami hanya meminta satu hal: transparansi. Jangan bungkam ketika masyarakat bertanya. Jangan alergi terhadap kritik. Kalau semuanya benar dan sesuai aturan, mari buka data dan jelaskan kepada publik,” tegas massa.
Di penghujung aksi menjelang Hari Kemerdekaan RI, massa berharap semangat kemerdekaan juga diwujudkan dalam bentuk kemerdekaan masyarakat untuk mendapatkan informasi, mengawasi penggunaan uang rakyat, dan menyampaikan kritik terhadap penyelenggara pemerintahan.
TENDA MASIH BERDIRI.
SUARA RAKYAT BELUM BERHENTI.
BESOK, 14 AGUSTUS 2026, MENJADI PUNCAK AKSI.
Transparansi bukan ancaman.
Kritik bukan kejahatan.
Uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
putera yudha
Banten