headline
kegiatan
serang
0
Peluang Ekonomi Digital dan Konten Kreator di Era 2020–2030
Serang, Kalimati. Id_Hotel Ultima Haorison Ratu, diselenggarakannya serang Sosial labs Serang seminar, yang dihadiri oleh bupati serang, yang diwakili oleh Surtaman, S.STP.,M.Si., wakil walikota Serang, yang mewakili. Roys Tanani, Managing Director. Dato' Sri Jasann Tan, selaku CEO of Sople Internasional. Para peserta Sosial Labs se-kabupaten/kota serang.
Roys Tanami, selaku managing director memaparkan Perkembangan ekonomi digital di Indonesia semakin menunjukkan potensi besar pasca pandemi COVID-19. Transformasi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk beralih dari pola ekonomi konvensional menuju ekonomi berbasis teknologi dan kreativitas.
Ia menambahkan dalam sebuah pemaparan terkait peluang ekonomi masa depan, disampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki era ekonomi digital, di mana aktivitas ekonomi tidak lagi terbatas secara fisik, melainkan berkembang pesat melalui platform digital.
Sejumlah platform besar seperti Tokopedia, Bukalapak, dan TikTok menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional. Bahkan, kontribusi ekonomi dari platform seperti TikTok disebut telah mencapai nilai ratusan juta dolar di Indonesia, menunjukkan bahwa perhatian pengguna di dunia digital dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi."
"Fenomena lain yang turut menguat adalah sistem penilaian berbasis ulasan (review). Produk dan jasa kini sangat bergantung pada rating pengguna, mulai dari bintang lima hingga bintang satu." Katanya lagi
Hal ini menegaskan bahwa kualitas dan kepercayaan menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan pasar.
Memasuki periode 2020 hingga 2030, Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang melalui beberapa tahapan, yakni digital economy, platform economy, hingga ekonomi 4.0 yang mengandalkan otomatisasi, data, dan teknologi.
Namun demikian, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai tantangan seperti maraknya pinjaman online ilegal serta meningkatnya kompetisi global."
Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif membuka peluang luas, tidak hanya dalam bentuk produk fisik, tetapi juga konten digital seperti video, media sosial, dan storytelling.
"Saat ini, masyarakat dapat memilih untuk menjadi pelaku usaha produk maupun kreator konten, bahkan menggabungkan keduanya."ujarnya
"Menariknya," katanya lagi, "kesuksesan di dunia konten tidak lagi bergantung pada popularitas semata. Kreator dari kalangan biasa pun memiliki peluang besar untuk viral selama mampu menghadirkan ide yang unik dan menarik."
Konten hiburan seperti cerita horor, misalnya, menjadi salah satu yang diminati masyarakat Indonesia.
Roys juga berharap,ke depan, konten digital diprediksi tidak hanya menjadi konsumsi domestik, tetapi juga berpotensi sebagai komoditas ekspor. Dengan jumlah pengguna internet yang besar, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.
" Kesimpulan, era saat ini merupakan era peluang. Masyarakat diharapkan mampu beradaptasi, berani memulai, serta konsisten dalam berkarya dan berinovasi, baik sebagai pelaku usaha maupun kreator konten" jelasnya
putera yudha
headline