headline
kegiatan
serang
0
Sople Tawarkan RPM Tinggi, Jadi Solusi Baru Monetisasi Kreator
Serang, kalimati. Id_Sople Perkenalkan RPM Tinggi, Siap Disrupsi Monetisasi Kreator Digital di Indonesia
Sople, platform media sosial inovatif asal Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan kreator konten, resmi mengumumkan strategi disrupsi pasar monetisasi digital melalui pengenalan infrastruktur RPM (Revenue Per Mille) tinggi. Bersama Social Labs, Sople menghadirkan pendekatan baru yang menggeser ketergantungan kreator dari sponsor ke platform, guna membangun ekosistem pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Serang yang di wakili oleh Kadis Kominfo kabupaten serang, Surtaman, S.STP.,M.Si.,wakil walikota.serang diwakili stap ahli bidang pembngunan Dr iqbal spd., m.kes, Roys Tanani, Managing Dirctor. Dato’ Sri Jason, CEO of Sople Internasional yang memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi digital lokal
Dalam presentasinya, Sople menyoroti ketimpangan monetisasi yang masih terjadi di industri digital, di mana sekitar 80–95 persen pendapatan kreator masih bergantung pada endorsement. Di sisi lain, rendahnya RPM pada platform konten short-form membuat penghasilan kreator tidak konsisten dan sulit berkembang dalam jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, Sople memperkenalkan model monetisasi berbasis performa, di mana pendapatan kreator ditentukan langsung oleh kinerja konten.
Model Monetisasi Sople:
Model Standard: Rp3.000 per 1.000 tayangan
Model Premium (Sople + Social Labs): Rp15.000 per 1.000 tayangan
Skema ini menempatkan Sople sebagai salah satu platform dengan RPM paling kompetitif di Indonesia, melampaui rata-rata platform lain seperti video panjang (Rp7.500), YouTube Shorts (Rp1.250), TikTok (Rp850), dan Instagram Reels (Rp600).
Selain menawarkan RPM tinggi, Sople juga menghadirkan sistem monetisasi yang lebih cepat dan inklusif. Kreator dapat mulai memperoleh penghasilan hanya dengan 1.000 tayangan, tanpa persyaratan kompleks seperti jumlah pengikut besar atau akumulasi jam tayang tinggi.
Dari sisi potensi, skema ini membuka peluang pendapatan yang signifikan. Dengan 1 juta tayangan, kreator pada skema premium berpotensi meraih hingga Rp15 juta. Untuk mencapai Rp75 juta, kreator hanya membutuhkan sekitar 5 juta tayangan—jauh lebih efisien dibandingkan platform lainnya.
“Kami melihat adanya kebutuhan mendesak bagi kreator untuk memiliki jalur pendapatan yang stabil dan adil. Sople dirancang sebagai infrastruktur yang memungkinkan kreator dari semua level untuk monetisasi secara efektif,” ujar perwakilan Sople.
Keunggulan Sople dan Social Labs:
Monetisasi stabil berbasis performa, bukan sponsorship
RPM tinggi dan kompetitif
Akses monetisasi cepat (mulai dari 1.000 tayangan)
Mendukung kreator dari pemula hingga top-tier
Membangun ekosistem ekonomi kreator berkelanjutan
Secara strategis, Sople menargetkan kreator top-tier yang membutuhkan stabilitas pendapatan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan (scaling) bagi kreator mid-tier. Platform ini juga berpotensi merebut pangsa pasar konten short-form melalui keunggulan ekonomi berbasis RPM.
Kehadiran Sople turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Komdigi) Kabupaten Serang, serta dukungan dari Pemerintah Kota Serang melalui perwakilan Wakil Walikota. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku ekonomi kreatif.
Dengan Indonesia sebagai pasar awal, Sople menegaskan posisinya sebagai platform media sosial karya anak bangsa yang siap bersaing di tingkat global serta menargetkan ekspansi ke pasar regional.
Melalui inovasi ini, Sople optimistis dapat menjadi fondasi baru dalam membangun ekonomi kreator yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
putera yudha
headline