Headline
Kota Serang
Pemerintah
0
Saling Barter Aset, Pemkot Serang Hibahkan Lahan 9.000 Meter Demi Gedung Imigrasi Baru
Kota Serang, Kalimati.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah berani dengan menerapkan skema “tukar guling” aset untuk mengatasi buruknya fasilitas pelayanan publik. Wali Kota Serang, H.Budi Rustandi, secara resmi mengumumkan hibah lahan seluas 9.000 meter persegi di wilayah Kasemen kepada Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, Rabu (22/4/2026).
Langkah hibah ini bukan tanpa alasan. Di balik pemberian lahan luas tersebut, Pemkot Serang berencana mengambil alih gedung Kantor Imigrasi saat ini untuk dijadikan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang yang kondisinya sudah dianggap tidak layak huni.
“Strategi tukar guling atau barter fasilitas ini merupakan langkah efisiensi APBD. Pemerintah kota tidak perlu membangun gedung baru dari nol, namun kedua instansi tetap bisa mendapatkan kantor yang layak,” ujar H.Budi Rustandi saat meninjau Kantor Imigrasi Serang.
H.Budi Rustandi menilai, fasilitas Kantor Imigrasi yang ada saat ini sudah sangat sesak, terutama pada area parkir yang tidak memadai, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Hal serupa terjadi pada Kantor Dinkes Kota Serang yang fasilitasnya jauh dari kata representatif untuk melayani kesehatan warga.
Dengan kolaborasi ini, Pemkot Serang berharap beban anggaran pembangunan bisa ditekan, sembari memastikan instansi vertikal seperti Imigrasi memiliki gedung yang lebih megah dan representatif di lokasi baru.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, Igak Artawan, menyambut baik kontribusi nyata Pemkot Serang tersebut. Ia membandingkan kondisi kantor saat ini yang hanya berdiri di atas lahan 1.000 meter persegi, padahal wilayah kerjanya mencakup tiga kabupaten dan satu kota di Banten.
“Idealnya kantor pelayanan sebesar ini memang butuh lahan 9.000 meter, termasuk untuk rumah dinas. Lahan di Kasemen sangat ideal agar pelayanan bisa lebih maksimal,” jelas Igak.
Meski lahan sudah tersedia, pembangunan fisik gedung baru ditargetkan baru bisa dimulai pada tahun depan. Saat ini, kedua belah pihak tengah fokus menyelesaikan tahapan administratif, mulai dari dokumen hibah hingga perizinan konstruksi ke pemerintah pusat.
“Setelah administrasi dinyatakan clear dan mendapat persetujuan anggaran dari pusat, pembangunan di lahan Kasemen akan segera dilaksanakan,” pungkasnya.*
putera yudha
Headline