headline
kegiatan
serang
0
Menag RI Buka KKN Nusantara 2026 di UIN SMH Banten, Tanamkan Nilai Pengabdian, Harmoni, dan Kepedulian Lingkungan
Serang,kalimati.id– Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Tahun 2026 di Auditorium UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di kawasan Tanah Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.
Pembukaan KKN Nusantara turut dihadiri Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Dr. H. Muhammad Hisyam Timmaha, Staf Khusus Menteri Agama Dr. Ismail Kawidu, jajaran pimpinan UIN SMH Banten, para rektor dan perwakilan PTKIN se-Indonesia, unsur pemerintah daerah, Kapolda Banten beserta jajaran, Kapolres, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Hisyam Timmaha, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama yang dinilai menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi menuju universitas bertaraf internasional.
Ia menjelaskan, pada tahun ini peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN SMH Banten berjumlah sekitar 1.400 mahasiswa. Sebanyak 1.200 mahasiswa telah diberangkatkan ke lokasi pengabdian, sementara 250 peserta KKN Nusantara berasal dari berbagai PTKIN di Indonesia akan menjalankan pengabdian di wilayah Tanah Baduy.
Menurutnya, tema "Merawat Ekoteologi" dipilih karena masyarakat Baduy dikenal memiliki kearifan lokal yang kuat dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan.
"Kami berharap para mahasiswa tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga belajar mengenai harmoni kehidupan, toleransi, serta menghargai keberagaman budaya dan kepercayaan yang hidup di Banten," ujar Rektor.
Sementara itu, dalam arahannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa KKN bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Ia mengajak seluruh peserta KKN untuk memaknai hubungan dengan orang tua dan guru sebagai bagian penting dalam kehidupan. Menurutnya, Al-Qur'an mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua harus diwujudkan dengan kehadiran secara langsung, bukan sekadar melalui bantuan materi.
"Kalau orang tua sakit, jangan hanya mengirim uang atau meminta orang lain menggantikan. Jika memungkinkan, hadirlah di samping mereka. Kasih sayang tidak bisa diwakilkan," pesan Menteri Agama.
Menag juga menegaskan bahwa guru merupakan orang tua rohani dan intelektual yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang. Karena itu, mahasiswa diminta senantiasa menghormati para guru serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di akhir arahannya, Menteri Agama berharap seluruh peserta KKN Nusantara mampu menjadi generasi yang berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui semangat pengabdian.
Melalui KKN Nusantara 2026 yang mengusung tema "Merawat Ekoteologi", mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga belajar dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy dalam menjaga kelestarian alam, memperkuat toleransi, serta membangun harmoni sosial sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama di Indonesia.
putera yudha
headline